Home / Berita / IKHTIAR JAGA LAHAN HIJAU, KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN AJAK BELASAN MAHASISWA CANTIK UNIDHA MALANG TANDUR PARI

IKHTIAR JAGA LAHAN HIJAU, KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN AJAK BELASAN MAHASISWA CANTIK UNIDHA MALANG TANDUR PARI

SURYAMALANG.COM – Akhir pekan lalu, Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melakukan tandur pari (menanam padi) dalam rangka memperingati hari Gerakan Menanam Sejuta Pohon yang jatuh pada 10 Januari 2019 lalu.

Menurut penggagas KBP, Isa Wahyudi atau akrab disapa Ki Demang, tandur sebagai tradisi masyarakat Jawa sebagai bagian dari bercocok tanam, merupakan warisan budaya yang harus dipertahankan dan diajarkan pada generasi muda. Banyaknya lahan hijau terbuka di Kota Malang yang mulai dialihfungsikan dengan bangunan, dan sebagainya juga menjadi perhatian KBP.

“Gerakan tandur pari dengan melibatkan warga dan pengunjung KBP juga sebagai kampanye mempertahankan lahan terbuka hijau di Kota Malang sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak terjadi krisis pangan,” tegas Ki Demang di Polowijen.

Ki Demang menuturkan bahwa ‘tandur’ itu berarti noto karo mundhur (menanam dengan cara mundur atau jalan sambil membungkuk ke belakang).

Sebagai kata yang lahir dari bahasa Jawa dengan peribahasa Jawa ‘Opo seng mbug tandur yo iku bakale seng mbug unduh’ (Apa yang kamu tanam, yaitu yang bakal kamu panen). Itu filosofi tandur.

“Dalam hidup ini, sejatinya manusia sedang mengajarkan menanam, baik kebaikan maupun keburukan. tandur adalah hakikat hidup manusia. Di dalamnya ada usaha serius, perencanaan, penentuan bibit pilihan, pengetahuan mendalam tentang tanah, penguasaan musim, sinergi petani, penguasaan air, dan lain sebagainya,” terangnya.

Menurutnya, dalam kegiatan tandur pari, tentu ada doa dan ritual yang dihaturkan pada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ritual persembahan tradisional Jawa sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai sedulur sikep dan Dewi Sri (dewi padi) agar tanaman padi yang ditanam dijauhkan dari hama dan kerusakan bencana alam serta menghasilkan rejeki yang berlimpah dan barokah,” imbuhnya.

Kegiatan tandur pari di sawah ini pun menggaet puluhan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang. Dekan Fakultas Psikologi Dra. Esy Suraeni Yuniwati, M.Si., Psikolog, menyampaikan terima kasih pada KBP yang menerima kehadiran puluhan mahasiswa.

“Kami senang dan bangga mengajak mahasiswa belajar psikologi komunitas dan belajar budaya serta tradisi masyarakat,” kata dia.

Seperti biasa, sebelum tandur dimulai, terlebih dulu diawali dengan tari tarian tradisi, tembang mocopat, membunyikan musik tradisional yang diikuti secara serempak oleh pengunjung KBP dari Unidha Malang.

Event ini juga dimeriahkan dengan bazaar pasar topeng, pasar jajanan tradisional, serta kegiatan workshop membatik, membuat topeng dan permainan tradisional yang diikuti oleh mayoritas mahasiswa Unidha MalangADI H

 

Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melakukan tandhur pari (menanam padi) dalam rangka memperingati hari Gerakan Menanam Sejuta Pohon yang jatuh pada 10 Januari 2019 lalu.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Ikhtiar Jaga Lahan Hijau, Kampung Budaya Polowijen Ajak Belasan Mahasiswa Cantik Tandur Pari, http://suryamalang.tribunnews.com/2019/01/15/ikhtiar-jaga-lahan-hijau-kampung-budaya-polowijen-ajak-belasan-mahasiswa-cantik-tandur-pari?page=2.